Jumat, 16 Oktober 2026

BSI Sosialisasikan Layanan Perbankan Syariah di MTs. Al-Ma’arif, Guru dan Tendik Antusias Manfaatkan Produk Unggulan.

BINONG, SUBANG (15 Oktober 2026) — Bank Syariah Indonesia (BSI) Pamanukan menggelar kegiatan sosialisasi pelayanan dan produk perbankan syariah di Auditorium MTs. Al-Ma’arif Jungklang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang. Kegiatan ini diikuti oleh dewan guru dan tenaga kependidikan (tendik) dari tiga lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Assalafiyah, yakni TK Assalafiyah, MTs. Al-Ma’arif, dan MA Al-Ma’arif. Sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengenal lebih dekat berbagai layanan keuangan syariah yang dapat mendukung perencanaan keuangan keluarga maupun masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, Bapak Sandi Adriano (Pawning Sales Officer) dan Prayoga Kusumah (Consumer Business Representative) selaku pemateri dari BSI Pamanukan memaparkan beragam layanan dan produk unggulan perbankan syariah, mulai dari produk tabungan hingga layanan investasi emas. Penyampaian materi dilakukan secara informatif dan komunikatif sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai manfaat, mekanisme, serta peluang pemanfaatan produk BSI sesuai kebutuhan masing-masing. Melalui sosialisasi ini, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya mengelola keuangan secara terencana dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip perbankan syariah.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta menyimak pemaparan dengan saksama serta merespons positif berbagai informasi yang disampaikan. Ketertarikan tersebut terlihat dari adanya peserta yang langsung menyatakan minat dan melakukan pendaftaran produk, di antaranya Tabungan Haji, Tabungan Emas, dan Cicilan Emas. Respons ini menunjukkan bahwa sosialisasi tidak hanya menjadi ajang pengenalan produk, tetapi juga membuka peluang bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk mulai merencanakan kebutuhan finansial, termasuk persiapan ibadah haji dan investasi jangka panjang.


Sementara itu, Nasihul Umam selaku perwakilan MTs. Al-Ma’arif menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi layanan perbankan syariah memberikan nilai tambah bagi warga madrasah, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan dan memperluas pemahaman tentang pilihan layanan keuangan yang tersedia. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat memperkuat hubungan kerja sama antara lembaga pendidikan dan pihak perbankan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan sosialisasi di Auditorium MTs. Al-Ma’arif ini, BSI Pamanukan dan keluarga besar Yayasan Assalafiyah diharapkan dapat terus membangun komunikasi serta sinergi yang positif. Antusiasme peserta, termasuk minat terhadap produk Tabungan Haji, Tabungan Emas, dan Cicilan Emas, menjadi gambaran bahwa edukasi keuangan yang tepat dapat mendorong masyarakat mengambil langkah awal dalam merencanakan masa depan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen madrasah untuk membuka ruang bagi kegiatan edukatif dan kemitraan yang bermanfaat bagi seluruh warga lembaga pendidikan.

Senin, 12 Oktober 2026

Ka. Mabigus Nasihul Umam Lantik Pengurus Dewan Penggalang MTs. Al-Ma’arif.

 

BINONG, 11 Oktober 2026 — Pangkalan MTs. Al-Ma’arif Jungklang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, melaksanakan upacara pelantikan Pengurus Dewan Penggalang Gugus Depan (Gudep) 06.057–06.058 masa bakti 2026-2027 pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, serta semangat pengabdian anggota Pramuka Penggalang di lingkungan madrasah.


Bertindak selaku Pembina Upacara,
Ka. Mabigus Nasihul Umam sekaligus melantik secara resmi para Pengurus Dewan Penggalang. Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi tanda dimulainya amanah baru bagi para pengurus untuk menjalankan tugas organisasi kepramukaan dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka.


Dalam amanatnya, Nasihul Umam menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Ia memberikan motivasi agar para pengurus mampu menjadi teladan bagi anggota lainnya, baik dalam sikap, perilaku, maupun kedisiplinan. Menurutnya, jabatan sebagai pengurus Dewan Penggalang bukan sekadar kedudukan dalam organisasi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan komitmen, kerja sama, kreativitas, dan semangat progresif dalam menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Ka. Yuswandi selaku Pembina Pramuka menegaskan pentingnya meningkatkan kedisiplinan dan menata arah kegiatan latihan agar lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kepengurusan yang baru, kegiatan kepramukaan diharapkan semakin aktif, inovatif, dan mampu membentuk karakter peserta didik yang mandiri, tangguh, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Ia juga berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan latihan demi meningkatkan kualitas dan prestasi pangkalan.


Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Dewan Penggalang MTs. Al-Ma’arif Gudep 06.057–06.058 untuk semakin maju dan berprestasi. Dengan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan gerakan yang progresif, seluruh pengurus diharapkan mampu membawa kegiatan Pramuka menuju arah yang lebih baik.
“Meningkatkan kedisiplinan, mengarahkan kegiatan latihan menuju kejayaan” menjadi semangat yang diharapkan terus tertanam dalam setiap langkah anggota Pramuka Penggalang MTs. Al-Ma’arif. (May).

Kamis, 08 Oktober 2026

“Pendidikan Madrasah Berbasis Cinta dan Ekoteologi Menuju Generasi Indonesia yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah”


Binong, 7 Oktober 2026: Nasihul Umam “Pendidikan Madrasah Berbasis Cinta dan Ekoteologi Menuju Generasi Indonesia yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah”

”Pertama, pendidikan di madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi   bangsa Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian, karakter, dan akhlakul karimah. Madrasah tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang untuk menanamkan nilai keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, kepedulian, dan kemanusiaan. Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Anbiya ayat 107: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” Ayat ini menjadi landasan bahwa pendidikan Islam harus mampu melahirkan manusia yang menghadirkan rahmat, kedamaian, dan kemanfaatan bagi sesama.



Kedua, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun budaya pendidikan yang humanis dan berkarakter. Cinta dalam pendidikan bukan sekadar perasaan, tetapi diwujudkan dalam sikap menghargai, menyayangi, melindungi, membimbing, dan memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya. Guru mendidik dengan keteladanan dan kasih sayang, sementara peserta didik dibimbing untuk mencintai Allah SWT, Rasulullah SAW, ilmu pengetahuan, orang tua, guru, teman, bangsa, serta lingkungan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 159: “Maka berkat rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka.” Ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa kelembutan dan kasih sayang merupakan kekuatan penting dalam proses pendidikan.

Ketiga, pendidikan berbasis cinta juga harus mampu membangun lingkungan madrasah yang bebas dari kekerasan, bullying, penghinaan, diskriminasi, dan tindakan yang merendahkan martabat peserta didik. Madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan sehingga anak merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk belajar secara optimal. Nilai tersebut sejalan dengan QS. Al-Hujurat ayat 11 yang melarang manusia saling merendahkan dan memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari perubahan perilaku peserta didik menjadi pribadi yang santun, menghargai perbedaan, mampu bekerja sama, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap orang lain.

Keempat, selain Kurikulum Berbasis Cinta, pendidikan madrasah juga perlu mengembangkan perspektif ekoteologi, yaitu pemahaman bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai makhluk Allah SWT. Manusia diberikan amanah untuk mengelola bumi, bukan mengeksploitasinya secara berlebihan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 30 bahwa manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi. Karena itu, peserta didik perlu dibiasakan menjaga kebersihan madrasah, mengurangi sampah plastik, merawat tanaman, menghemat air dan energi, serta menjaga kelestarian lingkungan. Pendidikan lingkungan tidak hanya diberikan melalui teori, tetapi harus menjadi budaya dan kebiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kelima, konsep cinta dan ekoteologi apabila diterapkan secara konsisten akan melahirkan pendidikan yang menyatukan kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, sosial, dan ekologis. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menjadi generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa setiap ilmu harus digunakan untuk kebaikan manusia dan kelestarian alam. Allah SWT mengingatkan dalam QS. Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” Ayat ini menjadi pengingat bahwa kemajuan manusia harus berjalan seimbang dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Generasi Indonesia masa depan harus menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, peduli lingkungan, serta mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Keenam, pada akhirnya, pendidikan madrasah berbasis cinta dan ekoteologi merupakan ikhtiar untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang cerdas, beriman, berakhlakul karimah, cinta sesama, cinta tanah air, dan peduli terhadap alam. Ilmu pengetahuan harus melahirkan kebijaksanaan, keimanan harus melahirkan akhlak, dan kecintaan kepada Allah SWT harus tercermin dalam kecintaan kepada manusia serta seluruh ciptaan-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Semangat tersebut dapat menjadi arah pendidikan madrasah: mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki hati yang penuh cinta, perilaku yang mulia, serta kesadaran untuk menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT demi masa depan Indonesia yang maju, damai, dan berkelanjutan.

Rabu, 07 Oktober 2026

Moderasi Beragama Hadir sebagai Pendekatan yang Krusial untuk menjaga keseimbangan hidup.

 

 

Nasihul Umam, S.Ag. S.Pd.I. (Kepala MTs. Al-Ma'arif Binong).

Indonesia berdiri di atas fondasi keberagaman yang sangat kaya, baik dari segi suku, budaya, bahasa, hingga agama. Kebhinnekaan ini merupakan anugerah sekaligus tantangan besar bagi keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dalam ruang publik yang majemuk, perbedaan pandangan kerap memicu gesekan sosial jika tidak dikelola dengan bijak. Hal ini sejalan dengan pesan Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, yang menegaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal dan bekerja sama, bukan untuk saling memusuhi..

 Di sinilah moderasi beragama hadir sebagai pendekatan yang krusial untuk menjaga keseimbangan hidup. Moderasi beragama bukan berarti mengikis ajaran agama, melainkan mengarahkan sikap pemeluknya agar berada di jalur tengah (wasathiyah). Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 143: "Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu umat Islam, umat yang adil dan pilihan (wasathan) agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia..." Prinsip ini mengajak setiap individu untuk menjauhi sikap ekstrem radikal maupun abaikan kaidah, sehingga nilai luhur aga ma tetap terjaga tanpa mencederai kerukunan antar sesama.

 Empat indikator utama menjadi tolok ukur penerapan moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan ini memiliki landasan kuat dalam QS. Al-Kafirun ayat 6, "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku," serta nasihat Rasulullah SAW dalam riwayat HR. Bukhari: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain." Mengintegrasikan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari akan melahirkan lingkungan sosial yang damai, aman, dan saling menghargai.

 Seiring berkembangnya tantangan zaman, moderasi beragama kini memperluas cakupannya hingga ke dimensi ekoteologi—yakni kesadaran keagamaan dalam menjaga kelestarian alam. Menjaga kerukunan tidak hanya berlaku antar manusia (hablum minannas), tetapi juga antara manusia dengan lingkungan diciptakan-Nya (hablum minal 'alam). Allah SWT melarang keras perusakan alam melalui QS. Al-A'raf ayat 56: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya..." Ekoteologi menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian integral dari keimanan dan wujud nyata dari sikap moderat.

 Penerapan moderasi beragama yang berwawasan lingkungan ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat stabilitas nasional dan keberlanjutan kehidupan. Agama yang membawa pesan kedamaian tidak boleh dijadikan alat pemecah belah maupun alasan untuk mengeksploitasi alam demi kepentingan sepihak. Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam HR. Ahmad: "Jika hari kiamat telah tiba dan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya."

Peran pendidikan, keluarga, dan media massa sangat menentukan dalam menyebarkan semangat moderasi beragama dan kepedulian lingkungan ini secara beriringan. Melalui pemahaman yang komprehensif, generasi muda dibekali nilai-nilai toleransi lintas iman sekaligus kepedulian terhadap isu krisis iklim. Pada akhirnya, moderasi beragama yang berakar pada kasih sayang kepada sesama manusia dan alam semesta (rahmatan lil 'alamin) adalah kunci utama untuk mewujudkan Indonesia yang damai, harmonis, dan berkelanjutan.

 

Sabtu, 03 Oktober 2026

Perjusami MTs. Al-Ma’arif Resmi Dibuka, Pramuka Penggalang Didorong Menjadi Generasi Tangguh di Era Teknologi.

 Perjusami MTs. Al-Ma’arif Resmi Dibuka, Pramuka Penggalang Didorong Menjadi Generasi Tangguh di Era Teknologi

Jungklang, 2 Oktober 2026 — Pangkalan MTs. Al-Ma’arif Gugus Depan 06.057–06.058 Jungklang Binong Subang resmi melaksanakan pembukaan kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kepramukaan. Upacara tersebut dihadiri oleh Ka. Mabigus MTs. Al-Ma’arif, Nasihul Umam, jajaran dewan guru, anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Kecamatan Binong,dan anggota ambalam MA. Al-Ma’arif para pembina, serta tamu undangan.


Bertindak selaku pembina upacara sekaligus membuka secara resmi kegiatan Perjusami, Ka. Kwartir Ranting (Ka. Imas Masitoh) Kecamatan Binong menyampaikan pesan kepada seluruh anggota Pramuka Penggalang agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Kegiatan Perjusami tidak hanya menjadi ajang berkemah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kemandirian, kepemimpinan, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. 

Dalam amanatnya, disampaikan pula bahwa anggota Pramuka Penggalang merupakan generasi yang hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Kemajuan teknologi harus disikapi dengan bijak dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, terutama untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Pramuka harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri, disiplin, etika, tanggung jawab, dan nilai-nilai luhur Dasa Darma Pramuka. Teknologi hendaknya menjadi alat untuk berkarya dan berprestasi, bukan sesuatu yang membuat generasi muda kehilangan kepedulian, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Tanda pembuka kegiatan dengan menancapkan kampak berpita sebagai tanda bahwa kegiatan Perjusami dibuka. Dan pada kesempatan tersebut Ka. Imas memerikan KTA Pramuka Nasional secara simbolis kepada Ka. Mabigus.



Ka. Mabigus Nasihul Umam turut memberikan motivasi kepada para peserta agar menjadikan Perjusami sebagai kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, kreatif, dan mampu bekerja sama. Para Pramuka Penggalang diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu berpikir kritis, berani menghadapi tantangan, serta memiliki semangat untuk terus belajar. “Jadilah Pramuka yang tangguh di alam, cerdas dalam menghadapi teknologi, kuat dalam karakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan.”


Kegiatan Perjusami MTs. Al-Ma’arif kemudian dilanjutkan dengan berbagai aktivitas kepramukaan yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, kekompakan, kreativitas, dan kepemimpinan peserta didik. Melalui kegiatan ini, Pangkalan MTs. Al-Ma’arif berharap lahir generasi Penggalang yang tidak hanya “Siap Sedia”, tetapi juga mampu menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Motto Perjusami: “Tangguh di Alam, Cerdas di Era Digital, Kokoh dalam Karakter, Siap Menjadi Pemimpin Masa Depan!” (may).


Kamis, 01 Oktober 2026

MTs. Al-Ma’arif Gelar Pelatihan Gemini Academy bagi Guru untuk Tingkatkan Kompetensi Digital

 

Jungklang, 30 September 2026 — MTs. Al-Ma’arif Jungklang Binong Subang melaksanakan kegiatan Pelatihan Gemini Academy bagi Guru pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan kompetensi digital pendidik serta memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung proses pembelajaran. Kegiatan diikuti oleh para guru MTs. Al-Ma’arif dengan penuh antusias.

Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada para guru mengenai Google Gemini dan berbagai pemanfaatannya dalam dunia pendidikan. Peserta mendapatkan materi dan praktik terkait pemanfaatan AI untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan ide pembelajaran, membuat bahan ajar, merancang evaluasi, serta mendukung pekerjaan administratif guru. Melalui kegiatan praktik langsung, para guru didorong untuk menggunakan teknologi secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab.


Kegiatan menghadirkan Nasihul Umam, S.Ag., S.Pd.I. dan Zubaidah, S.Ag. sebagai narasumber. Keduanya memberikan pendampingan dan berbagi pengalaman kepada peserta mengenai pemanfaatan Gemini sebagai salah satu alat bantu digital dalam menunjang tugas guru. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung berbagai fitur dan menyelesaikan beberapa praktik sehingga materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun administrasi madrasah.

Melalui kegiatan Gemini Academy ini, MTs. Al-Ma’arif berharap para guru semakin siap menghadapi perkembangan teknologi pendidikan dan mampu memanfaatkannya secara bijak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendorong guru agar terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik(May)

Rabu, 19 November 2025

PKKM 2025 MTs. Al-Ma'arif Binong

 

Binong, Rabu, 12 November 2025 — MTs Al-Ma’arif Binong melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 yang berlangsung di ruang Lab. Com. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan  yang bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi kinerja kepala madrasah dalam menjalankan tugas-tugas manajerial, pengembangan madrasah, kewirausahaan, serta supervisi akademik.

 

Kegiatan PKKM 1 Tahunan di MTs Al-Ma’arif pada tahun ini dihadiri oleh pengawas madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, yakni Dra.Hj. Ela Latifah, M.Pd. dan Dra. Hj. Lia Rosliana. pengawas melakukan penilaian langsung terhadap berbagai aspek kinerja kepala madrasah melalui telaah dokumen, wawancara, serta observasi kegiatan di lingkungan madrasah.



Dalam sambutannya, Kepala MTs Al-Ma’arif Binong Nasihul Umam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim penilai atas arahan dan bimbingan yang diberikan. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah bekerja sama dengan baik dalam menyiapkan seluruh berkas dan bukti fisik kegiatan PKKM. Dan dilanjutkan dengan presentasi PKKM oleh kepala madrsah menyampaikan program madrasah yang telah dilaksanakan, baik pengembangan usaha madrasah, kewirausahaan, supervisi akademik.  “PKKM ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan perbaikan berkelanjutan bagi madrasah agar semakin maju dan profesional,” ujar Kepala MTs Al-Ma’arif dalam sambutannya.



Suasana kegiatan berlangsung tertib, hangat, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh dewan guru dan dihadirkan pula siswa sebagai perwakilan. Melalui kegiatan PKKM tahun 2025 ini, hasil penilaian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, baik dalam aspek manajerial, akademik, maupun pengembangan kelembagaan. Sebagai mana motto madrsah “D’MANTAP” Disiplin, Mandiri, Trampil, Agamis, dan Progresif. MTs Al-Ma’arif Binong berkomitmen untuk senantiasa menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

Rabu, 17 September 2025

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025

 

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Subang tahun 2025 resmi dibuka pada Selasa (9/9/2025) di Kampus As-Syifa Sagalaherang. Kegiatan ini ditandai dengan sambutan dan arahan dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Subang, H. Alfan Surury, S.Pd.I.


Dalam sambutannya, Alfan menyampaikan bahwa OMI bukan sekadar ajang perlombaan akademik, tetapi wadah pembinaan potensi siswa madrasah agar berkembang secara utuh. “Olimpiade ini tidak hanya mengasah kemampuan kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Peserta didik diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat,” ujarnya.

 

OMI adalah memastikan proses pendidikan di madrasah dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya dinilai dari hasil, tetapi juga dari proses yang mencerminkan kejujuran, sportivitas, dan kerja keras. Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) adalah ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengembangkan potensi, bakat, minat serta daya saing siswa madrasah di bidang sains dan riset. Seperti diketahui OMI merupakan penggabungan dua ajang yaitu Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan madrasah Young Reseachers Supercamp (MYRES).

 


Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif Jungklang, dengan kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia tahun 2025, ikut serta berpartisipasi dalam ajang OMI. namun sebelumnya melakukan seleksi calon peserta untuk tingkat madrasah pada Rabu (19/8/2025). Bertempat di laboratorium komputer MTs. Al-Ma’arif seleksi ini diikuti oleh 9 siswa kelas VIII  Seleksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB  ini berjalan tertib dan lancar.

 


 




Duta dari Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif Jungklang peserta OMI pada hari ke tiga  diisi dengan mata pelajaran Matematika diwakili oleh Muhammad Syith dan Muhammad Azhari dimulai pada pukul 10.00 wib, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) oleh Muhammad Aldy dan Nur Azizah pada pukul 13.00 Wib. Selanjutnya Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) oleh Nazwa Ramadani dan Muhammad Nashori, pada pukul 15.30 Wib.

 

Salah satu peserta duta dari Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif mengatakan, bahwa ajang OMI bukan hanya tentang lomba akademik, melainkan juga pengalaman berharga dalam menguji kemampuan diri, melatih mental, dan memperluas wawasan. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa dirinya merasa bangga bisa mewakili madrasahnya di tingkat kabupaten. “Saya ingin memberikan yang terbaik, semoga bisa lolos ke tingkat provinsi,” ujarnya singkat dengan senyum optimis. Semoga dengan kegiatan OMI ini dapat memberikan motivasi bagi siswa dan kemajuan bagi madrasah.